CURRENCY TRADING
STOCK INDEX FUTURES
   
STRATEGI TRADING
KAMUS ISTILAH
TIPS BERTRANSAKSI
 
 

 

 

________________________________________________________________________
 

APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN STOCK INDEX ?

Stock index adalah suatu indikator pasar yang mencatat rata-rata perubahan sebagian atau seluruh harga saham biasa (common stock) yang terdaftar dan ditransaksikan di bursa saham pada umumnya. Sebagai contohnya adalah Index Harga Saham Gabungan Jakarta Stock Exchange (IHSG – JKSE) yang merupakan index yang mencatat rata-rata perubahan harga pada seluruh saham yang ditransaksikan di bursa saham Jakarta (Jakarta Stock Exchange). Sedangkan index LQ 45 hanya mencatat rata-rata perubahan harga 45 saham bluechip terpilih di bursa saham Jakarta. Contoh lain adalah Nikkei Average 225 (.N225) yang hanya mencatat perubahan harga rata-rata dari 225 saham unggulan (Bluechips) di bursa saham Tokyo, dan index Hangseng (.HSI) merupakan index dari 38 saham bluechips yang diperdagangkan pada bursa saham Hongkong.

Perhitungan index dalam defenisi yang sempit seringkali hanya mewakili tingkat perubahan harga rata-rata dari sekelompok saham tertentu saja. Namun jika jumlah saham yang terpilih cukup banyak dan representatif, maka seringkali perhitungan index yang dihasilkan dapat menggambarkan kondisi perubahan harga di bursa secara menyeluruh sampai batas-batas tertentu. Dengan kata lain pergerakan Stock Index seolah-olah berfungsi sebagai gambaran miniatur dari pergerakan harga populasi seluruh saham yang ditransaksikan pada suatu periode waktu tertentu.

Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas Stock Index pada dasarnya merupakan suatu index yang berfungsi sebagai indikator perubahan harga rata-rata dari seluruh atau sejumlah saham bluechip terpilih yang terdaftar dan diperdagangkan di bursa saham tertentu, dan merupakan indikator umum perubahan harga saham di bursa saham yang relatif terbaik. Stock index dapat dihitung dengan menggunakan market capitalization seperti index Hangseng ataupun dengan metode Weighted Average seperti index Nikkei. Metode market capitalization dilakukan dengan mengkalkulasi besarnya kapitalisasi pasar masing-masing saham terpilih serta menimbangnya menurut bobotnya secara proporsional untuk kemudian ditetapkan besarnya kontribusi perubahan nilai masing-masing saham tersebut terhadap nilai Stock Index bersangkutan secara keseluruhan.

Untuk menetapkan harga suatu Stock Index pada suatu waktu tertentu diperlukan suatu metode perhitungan (Kalkulasi) tertentu yang pada prakteknya dimulai dengan menetapkan suatu bilangan dasar yang bersifat tetap yang kemudian berfungsi sebagai acuan dasar seluruh proses kalkulasi nilai Stock Index bersangkutan di waktu kapan saja. Dalam hal ini nilai Stock Index pada tanggal dan tahun tertentu yang dipilih (base date) biasanya ditetapkan sebagai bilangan dasar yang menjadi acuan perhitungan stock index. Adapun nilai atau harga Stock Index pada waktu base date tersebut akan ditetapkan secara sepihak di level harga tertentu oleh pihak otoritas di bursa yang menyelenggarakan perhitungan dan transaksi Stock Index.

Sebagai contoh : Untuk menetapkan perhitungan Index Hangseng digunakan nilai index Hangseng pada tanggal 31 Juli 1964 (Base Date) yang ditetapkan secara sepihak di level 100 dan kemudian digunakan sebagai acuan dasar seluruh perhitungan  Index Hang Seng. Contoh lain adalah base date Index Nikkei Average yang menggunakan nilai Index Nikkei pada tanggal 1 Mei 1949 yang disepakati untuk dipergunakan sebagai dasar acuan seluruh perhitungan Index Nikkei dan ditetapkan secara sepihak di level Yen 176.21 (Bilangan tetap yang berfungsi sebagai dasar perhitungan Nikkei Stock Index) .

Formula umum perhitungan nilai Stock Index ditetapkan sebagai berikut :

 

                                         Nilai total kapitalisasi pasar dari seluruh

                                     Saham-saham perpilih pada saat perhitungan

   Nilai stock index   =  ----------------------------------------------------------

                                        Nilai Total kapitalisasi Pasar dari Seluruh

                                           Saham Terpilih Pada Saat Base Date

 Nilai kapitalisasi pasar adalah : Harga Pasar X Jumlah Saham yang beredar

 Berikut ini diberikan sedikit ilustrasi :

Diasumsikan hanya ada 3 (tiga) saham yang dijadikan dasar perhitungan index, yaitu saham A, saham B dan saham C. Kondisi pasar pada saat ini adalah sbb:

Jenis Saham

Jlh Saham Beredar

X

Harga Pasar Saat Ini

Nilai Kapitalisasi Pasar Saat ini

Saham A

10.000 Lembar

X

          HK$ 100

HK$ 1.000.000

Saham B

25.000 Lembar

X

          HK$ 80

HK$ 2.000.000

Saham C

30.000 Lembar

X

          HK$ 120

HK$ 3.600.000

Nilai Total Kapitalisasi Pasar Saham A, B, C.

HK$ 6.600.000

Jika diasumsikan Nilai Total Kapitalisasi Pasar Saham A,B,C pada saat base date adalah HK$40.000 dan nilai Index Saham A,B,C pada base date adalah 100 maka Nilai Index saham A,B,C, pada saat ini dapat diketahui, yaitu :

                                                     HK$ 6.600.000

Nilai Index Saham A,B,C = -----------------------------   X 100 = 16.500

                                                       HK$ 40.000

Untuk mengiliminir pengaruh dari faktor-faktor yang mempengaruhi perhitungan index di luar perubahan harga saham, seperti adanya perubahan komponen index, adanya corporate action yang mempengaruhi harga saham secara tidak langsung seperti stock split, stock dividen/bonus dan penawaran terbatas (right issue), maka faktor pembagi/nilai dasar harus disesuaikan setiap kali terjadi hal-hal tersebut di atas. Perubahan nilai dasar pembagi tersebut dihitung berdasarkan formula tertentu yang tidak diuraikan di bagian ini. 

APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN STOCK INDEX FUTURES ?

Stock index spot hanyalah merupakan indikator rata-rata dari pergerakan seluruh saham-saham atau sejumlah saham terpilih di bursa, maka untuk dapat diperdagangkan dibentuklah instrumen Stock Index Futures yang memiliki karakteristik tertentu hingga memungkinkan untuk dapat dijadikan instrumen investasi. Karakteristik tersebut antara lain mencakup satuan unit transaksi yang disebut Lot. Ukuran nilai transaksi yang disebut contract size dan masa batas waktu berakhirnya suatu kontrak Stock Index Futures (Periode of Expire Contract).

Investor dapat berpartisipasi dalam transaksi Stock Index Futures dengan melaksanakan pembelian dan penjualan sejumlah unit transaksi, misalnya membeli atau menjual satu lot Contract Size Stock Index Futures. Dengan berpatokan pada pergerakan harga Stock Index Futures yang terjadi di bursa. Perubahan harga yang terjadi pada Stock Index Futures sendiri secara otomatis akan selalu mengacu pada perubahan yang terjadi pada harga Stock Index Spot. Perbedaan harga yang terjadi antara harga Stock Index Futures dengan Stock Index Spot antara lain disebabkan oleh adanya faktor suku bunga, dividen teoritis dan ekspektasi pasar. Suatu kontrak Stock Index Futures dianggap telah menyelesaikan transaksinya jika telah melakukan penutupan kontrak atau melikuidasi posisi transaksinya (settlement position). Posisi penutupan (likuidation position) harus berlawanan dengan posisi transaksi pada saat pembukaan transaksi (opening position), posisi open buy akan ditutup dengan close sell, demikian pula sebaliknya.

Peserta transaksi Stock Index Futures yang mengawali transaksi dengan melakukan transaksi penjualan (open sell) harus menutup transaksinya dengan melakukan pembelian (close buy) dan sebaliknya apabilan suatu kontrak transaksi Stock Index Futures diawali dengan melakukan transaksi pembelian (open buy) harus ditutup dengan melakukan penjualan (close sell). Peserta transaksi Stock Index Futures dapat memulai membuka kontrak transaksinya baik dengan membeli lebih dulu atau menjual kontralnya lebih dahulu (short selling) serta dapat dengan bebas untuk mengakhiri (Melikuidasi) kontrak transaksinya kapan saja pada waktu transaksi di bursa, selama periode kontrak Stock Index Futures tersebut belum berakhir. Peserta transaksi Stock Index Futures juga bebas mempertahankan posisi transaksinya, kecuali jika kontrak Stock Index Futures telah berakhir masa kontraknya (contract expire). Kontrak Stock Index Futures yang ditawarkan di Futures market (Bursa Futures) umumnya memiliki masa kontrak yang beraneka ragam masa jatuh temponya.

Salah satu keunggulan investasi pada Stock Index Futures adalah adanya mekanisme Margin Trading, investor yang berkeinginan mengikuti transaksi Stock Index Futures dalam hal ini disyaratkan menyetorkan sejumlah margin jaminan pada saat mengikuti transaksi. Margin tersebut hanya berfungsi sebagai dana jaminan agar si investor yang terlibat transaksi tetap memenuhi komitmenya dan dapat memenuhi kewajiban keuangannya jika diperlukan. Dengan mekanisme ini posisi saldo keuangan pada neraca transaksi investor hanya akan di kredit atau di debet sebesar nilai keuntungan/kerugian yang timbul akibat adanya selisih nilai transaksi yang terjadi pada saat pembukaan kontrak dan nilai transaksi pada saat penutupan kontrak. Dengan demikian Capital Gain/Capital Loss yang terjadi akibat adanya suatu kegiatan transaksi hanya akan menambah atau mengurangi nilai saldo margin si investor. Manfaat lain dari sistem ini adalah investor dalam hal ini tidak perlu mengeluarkan dana sebesar nilai transaksi seluruhnya, namun hanya sekian persen nilai total transaksi.

PERBEDAAN ANTARA STOCK INDEX DENGAN  STOCK INDEX  FUTURES

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan perbedaan yang signifikan antara Stock index yang diperdagangkan di Spot Market dengan Stock Index yang diperdagangkan di Futures Market :

PERBEDAAN STOCK INDEX DENGAN STOCK INDEX FUTURES

KONDISI

STOCK INDEX SPOT

STOCK INDEX FUTURES

Modal yang dibutuhkan

100 %

3% - 10%

Tingkat leverage

Rendah

Tinggi

Tempat transaksi

Bursa efek

Bursa Futures

Posisi awal transaksi

Hanya beli

Beli atau jual

Fleksibilitas transaksi

Tidak setiap saat

Setiap saat

Likuiditas penarikan dana

T+ 4 s/d T+ 6

Setiap saat sebelum jam kliring berakhir

Komisi broker

0.25% s/d 0.45%

Sangat rendah 0.02 s/d 0.05%

Akhir kontrak

Tidak

Ya

Berikut akan diuraikan dua jenis transaksi futures yang memiliki kapitalisasi yang cukup besar dan sangat populer di kalangan investor dan trader.

 INDEX SAHAM JEPANG (NIKKEI)

A. Sejarah Terbentuknya Nikkei 225 Stock Index Futures

Pada awal berdirinya Tokyo Stock Exchange (TSE) telah menjadi aktifitas stock market yang paling berpengaruh di Jepang. Pada masa itu telah diperkenalkan Index Tokyo Stock Market average, yang merupakan hasil perhitungan dari keseluruhan perusahaan yang sahamnya tercatat di TSE. Perhitungan index stok market ini, telah dimulai sejak September 1950, yang pada waktu itu meng-gunakan metode kalkulasi sama seperti yang digunakan untuk menghitung stock index Dow Jones. Tetapi pada tahun 1968, Chairman dari TSE yaitu Morinaga, menghentikan model perhitungan index average TSE, dan mencoba untuk mendapatkan model perhitungan yang lebih akurat. Hingga akhirnya pada Juli 1970 Nihon Keizai Shimbun, Inc. mengajukan sistem perhitungan index yang lebih baik, yang hingga kini dikenal dengan nama Nikkei 225 stock index.

Index ini merupakan gabungan dari 225 perusahaan yang terpilih, dengan persyaratan tertentu. Perusahaan yang terpilih merupakan perusahaan yang memiliki asset yang besar dan memiliki kredibilitas yang baik di market. Sebagai perusahaan yang memiliki lisensi menghitung index stock market, Nihon Keizai pada tanggal 1 Juli 1971, mengawali perhitungan stock index TSE, yang pada awalnya di launching dengan nama Nihon Shortwave Broadcasting (NSB) 225 Adjusted average, dan lisensinya dimiliki oleh Nihon Shortwave Broadcasting Co., anak perusahaan dari Nihon Keizai Shimbun, Inc. Hingga akhirnya pada 1 Mei 1985 namanya diubah menjadi Nikkei 225 Stock Average.

Sebagai index dari cash market, tentunya Nikkei 225 stock index tidak dapat diperdagangkan, dan hanya menjadi indikator pergerakan index saham secara umum. Untuk itu agar dapat diperdagangkan, dibentuk juga Nikkei 225 stock index futures (Berjangka). Yang pada perkembangannya sangat diminati oleh para investor, dari Jepang sendiri maupun  investor internasional. 

Pada tanggal 3 September 1986, secara resmi Singapore International Monetary Exchange (SIMEX) mulai memperdagangkan Nikkei Stock Average Futures trading. Menyusul Osaka Securities Exchange pada tanggal 3 September 1988, dan mulai 25 September 1990, Chicago Mercantile Exchange (CME) juga me-miliki lisensi untuk memperdagangkan Nikkei 225 stock index futures.

Index Futures diperdagangkan untuk penyerahan dimasa yang akan datang, seperti kontrak Futures lainnya.  Misalnya: bulan – bulan perdagangan untuk Nikkei Stock Index Futures 225 termasuk bulan saat itu (spot month), dan setiap triwulan yang akan datang. Futures tersebut diperdagangkan dengan margin yang berfungsi sebagai jaminan agar investor memenuhi kewajibannya. Pembeli diwajibkan terlebih dahulu untuk membayar sejumlah margin pada saat mereka telah mengambil suatu posisi.

Sejak dibentuknya, ke-225 perusahaan yang menjadi indikator Nikkei tidaklah bersifat permanen dan dapat berubah, dan sebuah perusahaan yang terdaftar di Nikkei stock average dapat di hapus dan digantikan oleh perusahaan lain yang lebih memenuhi syarat. Dengan berbagai kritik dan saran dari market, dan perkembangan kondisi ekonomi dan moneter internasional, pada tanggal 14 Desember 1990, diterapkan sistem seleksi yang lebih ketat dan akurat.

B. Metode Kalkulasi

Nikkei stock average adalah rata-rata harga dari 225 saham yang diperdagangkan pada Tokyo Stock Exchange, tetapi perhitungannya sedikit berbeda dari perhitungan simple average. Dalam hal ini angka pembagi akan di-sesuaikan, agar efek negatif dari faktor eksternal tidak langsung berpengaruh ke market. Perhitungannya dapat dirumuskan sbb:

                                     Sum of stock prices of 225 constituents

Nikkei Average =    -------------------------------------------------------

                                                           Divisor

 Angka devisor akan selalu disesuaikan untuk menjaga level index tetap konsisten.

                        Old devisor X (sum of stock prices cum rights – sum of rights prices)

New Devisor  =    --------------------------------------------------------------------------

                                                  Sum of stock prices cum rights

 Angka devisor yang berlaku pada April, 2002 hingga sekarang adalah 21987.

Dengan mengunakan perhitungan yang akurat, diperkirakan harga index Nikkei akan bebas pergerakan yang abnormal. Seluruh market yang memperdagang-kan Nikkei 225 stock index futures akan berpedoman pada angka Nikkei 225 stock index. Angka pada stock index futures sedikit berbeda dengan stock index cash market, karena untuk masing-masing market dipengaruhi oleh volume transaksi jual dan beli di market tersebut. Untuk melakukan transaksi Nikkei 225 futures, perusahaan ini menggunakan Index Nikkei 225 Futures yang diper-dagangkan di Singapore International Monetary Exchange (SIMEX).

C. Periode Kontrak     

Nikkei 225 stock index futures terbagi atas kontrak berjangka per tiga bulan. Seluruh posisi beli dan jual pada suatu kontrak wajib di tutup pada akhir kontrak dan dapat dilanjutkan pada kontrak berikutnya. Contohnya : Nikkei 225 kontrak Maret akan digantikan oleh Nikkei 225 kontrak Juni, dst. Kontrak yang berlaku adalah sbb:

-          Kontrak Maret

-          Kontrak Juni

-          Kontrak September

-          Kontrak Desember

 

Akhir kontrak pada umumnya berakhir pada pertengahan bulan kontrak.

D. Ilustrasi Trading

Pada tanggal: 28 December 2006, Mr. A melakukan transaksi Beli dulu (Open buy) sebanyak 2 lot Index Nikkei, diharga: 17200 kemudian jual lagi untuk tutup posisi (Close sell) pada hari yang sama, diharga: 17300.

Perhitungan laba/rugi transaksi :

(Harga jual – Harga beli)  x  Contract Size  x  Jumlah lot  =  laba / rugi

(17300 – 17200)   x  Y 500  x  2 Lot  - (2 x Rp. 300.000)

 Asumsi kurs Y  =  Rp. 60,-

 

Laba / Rugi bersih :  (17400 – 17300)  x  Rp. 30.000  x  2 Lot – (2 x 300.000)  

   

Rp. 5.400.000,-

INDEX SAHAM HONG KONG (HANG SENG)

A. Sejarah Terbentuknya Hangseng Stock Index Futures

Hang Seng Index (HSI) adalah index komulatif dari 38 saham blue chip dari Hong Kong stock Market, yang merupakan salah satu index saham terpercaya, yang digunakan para investor dan fund manager untuk berinvestasi. Ke-38 constituent stock yang dijadikan indikator, berasal dari berbagai sektor, seperti Industri, Finance, Properties, dan sebagainya. Keseluruhan dari nilai saham-saham ini merupakan 70% dari nilai kapitalisasi seluruh nilai saham yang tercatat pada The Stock Exchange of Hong Kong Ltd. (SEHK). Karena itu naik atau turunnya index HIS merupakan refleksi performance dari keseluruhan saham-saham yang diperdagangkan. Pemilik lisensi dari Hang Seng Stock index adalah HIS Service Limited, yang merupakan subsidiary dari Hang Seng Bank. HIS pertamakali diper-dagangkan pada 24 November 1969. 

Untuk menentukan ke-38 perusahaan yang menjadi constituent HIS, perusahaan tersebut haruslah memenuhi syarat :

1.      Harus mencapai 90% dari total market capitalisation, dari seluruh saham-saham biasa, yang listing di SEHK.

2.      Harus mencapai 90% dari total turnover pada SEHK (turnover is aggregated and individually assessed for eight quarterly sub periods for the past 24 month)

3.       Harus sudah di listing minimal 24 bulan

4.       Haruslah bukan perusahaan asing, berdasarkan defenisi dari SEHK.

Faktor lain yang menjadi bahan pertimbangan adalah : Kapitalisasi market dan Financial performance dari perusahaan tersebut. Berdasarkan per-syaratan ini, perusahaan yang akan menjadi constituent dapat saja berubah.

Untuk memenuhi keinginan para investor untuk dapat mentransaksikan index HIS, sebagai salah satu alat untuk hedging position, Hong Kong Futures Exchange (HKFE), pertama kali memperkenalkan perdagangan Hang Seng Index Futures pada bulan Mei 1986, dan kemudian di ikuti dengan Hang Seng Index Option Contracts pada bulan Maret 1993. Dengan adanya Futures dan option market ini para investor lebih banyak memiliki instrumen untuk mengatur resiko portfolio mereka. Popularitas Hang Seng Index Futures terus meningkat secara bertahap, seiring dengan masuknya investor dari luar negeri, baik itu dari institutional maupun individual investor.

Keuntungan melakukan transaksi HSI futures disimpulkan sebagai berikut :

1.      HSI Futures mudah dimengerti oleh investor berpengalaman maupun yang masih baru di bisnis ini. Sehingga dapat digunakan untuk berbagai motif investasi, seperti risk management, atau sebagai peluang investasi.

2.      Biaya transaksi yang relatif rendah, sebagai nilai kapitalisasi stock market, HIS futures dan option, hanya membebankan komisi kepada investor disaat melikuidasi kontrak, sedangkan pada open posisi tidak dibebankan komisi.

3.      HSI futures dan option adalah produk terdaftar, dan dijamin oleh HKFE Clearing Corporation (HKCC), sebagai subsidiary dari HKFE. HKCC bertindak sebagai counter party terhadap seluruh kontrak yang dibuka.

B. Metode Kalkulasi

Metode kalkulasi yang saat ini digunakan untuk menentukan index Hang Seng adalah sebagai berikut :

                                          Todays Current Aggregate Market

                                         Capitalisation of Constiutent Stocks                               

                                                                                                        Yesterday’s  

Today’s Current Index =   ---------------------------------------------    X      Closing

                                        Yesterdays Closing Aggregate Market              Index

                                         Capitalisation of Constituent Stocks

C. Periode Kontrak

Hangseng stock index futures terbagi atas berjangka per bulan. Seluruh posisi jual pada suatu kontrak wajib di tutup (likuidasi) pada akhir masa kontrak akhir bulan dan dapat dilanjutkan pada kontrak berikutnya. Contohnya : Hangseng  kontrak Februari akan digantikan oleh Hangseng  kontrak Maret. Satu minggu sebelum kontrak berakhir, kontrak untuk bulan berikutnya sudah mulai diperdagangkan, untuk memberi kesempatan investor mengalihkan posisi (swapping position). 

D. Ilustrasi Trading

Pada tgl. 28 Desember 2006, Mr. A melakukan transaksi beli dulu (new buy) sebanyak 2 lot Index Hang Seng, di harga : 20100 kemudian jual lagi untuk tutup posisi (Liquidasi Sell) pada hari yang sama, di harga  20200.

Perhitungan Laba / Rugi transaksi :

(Harga Jual – Harga Beli)  x  Contract Size  x  Jumlah Lot  =  Laba / Rugi

20200 – 20100  x  HK$ 50  x  2 Lot  - (2 x Rp. 200.000)

Asumsi kurs HK$ = Rp. 1.000,-
Laba / Rugi : 20200 – 20100  x  Rp. 50.000  x  2 Lot – (2 x Rp. 200.000) 

 

= Rp. 9.600.000,-

     

 

INDEX SAHAM KOREA (KOSPI 200)

 

A. Sejarah Terbentuknya Hangseng Stock Index Futures

KOSPI merupakan index utama di Korea Selatan yang terdiri dari 200 saham utama paling liquid yang diperdagangkan oleh Bursa Saham Korea. Selama tujuh tahun berturut-turut, sejak dibuka pada bulan Mei 1996, volume transaksi KOSPI jauh melewati volume produk-produk Berjangka dan derivatives lain di dunia. Pergerakan perdagangan KOSPI 200 Berjangka telah mencapai US$ 2,32 Trilyun pada tahun 2003.

KOSPI 200 Futures adalah suatu produk Berjangka yang sangat populer pada saat ini. Berkat KOSPI 200 Futures dan Option, Korea Stock Exchange (KSE) menjadi Bursa Berjangka nomor satu di dunia dalam hal volume yang diperdagangkan, mengalahkan Chicago Mercantile Exchange, Tokyo Commodity Exchange, EUREX, American Stock Exchange dan lain-lain.

 Pada tahun 2004, bursa diperdagangkannya KOSPI 200 Futures dan Option secara resmi ditransfer dari KSE ke Kofex (Korean Futures Exchange). Sekali lagi produk ini menunjukkan keperkasaannya. Apabila pada tahun sebelumnya Kofex hanya terdaftar pada urutan ke-37 di antara bursa-bursa Berjangka di dunia, dengan adanya kontrak-kontrak KOSPI ini, Kofex langsung melejit ke urutan nomer 1 dunia.

Dua ratus perusahaan yang tergabung dalam KOSPI 200 mewakili kira-kira 70% dari seluruh kapitalisasi pasar yang ada di Korea Stock Exchange. Dengan demikian, Indeks ini merupakan indikator yang mencerminkan kondisi ekonomi Korea. Dari dua ratus perusahaan tersebut, Samsung Electronics mempunyai porsi sebesar 20% dari keseluruhan kapitalisasi Indeks, sehingga Samsung sangat mempengaruhi pergerakan Indeks ini. 

Walaupun spesifikasi KOSPI 200 banyak yang serupa dengan Nikkei 225 misalnya untuk satuan kontrak, bulan kontrak dan jumlah komponen, karakternya sendiri lebih mirip dengan Hang Seng karena metode perhitungan yang menggunakan bobot kapitalisasi pasar serta dominasi dari satu atau beberapa komponen yang berporsi relatif jauh lebih besar daripada komponen yang lainnya.

Berbeda dengan Hang Seng dan Nikkei, KOSPI mempunyai korelasi yang lebih tinggi terhadap pasar Asia dibandingkan dengan pasar Amerika.

B. Metode Kalkulasi

Index KOSPI di hitung dengan menggunakan komponen Current Market Capitalization (Nilai kapitalisasi market terakhir) dan Base Market Capitalization (Kapitalisasi market pada 4 Januari 1980) sebagai denominator. Dengan rumus perhitungan sebagai berikut : 

                 Current Market Capitalization

KOSPI = --------------------------------------------  X  100

                   Base Market Capitalization

Untuk mempertahankan kostistensi market, saat terjadi perubahan nilai dari saham yang di listing, yang berasal dari penawaran perusahaan sekuritas, dengan atau tanpa kenaikan kapital, stock deviden, merger, dsb. Kapitalisasi market terakhir dan base market capitalization akan mengalami penyesuaian jika dibutuhkan.

C. Periode Kontrak

KOSPI 200 stock index futures terbagi atas kontrak berjangka per tiga bulan. Seluruh posisi beli dan jual pada suatu kontrak wajib di tutup pada akhir kontrak dan dapat dilanjutkan pada kontrak berikutnya. Contohnya : KOSPI 200 kontrak Maret akan digantikan oleh KOSPI 200 kontrak Juni, dst. Kontrak yang berlaku adalah sbb:

·          Kontrak Maret

·          Kontrak Juni

·          Kontrak September

·          Kontrak Desember

Akhir kontrak pada umumnya berakhir pada pertengahan bulan kontrak.

D. Ilustrasi Trading

Perhitungan profit loss :

 

= (Sell Price – Buy Price) X Contract Size X Lot – ( Lot X Comm)

 

Ilustrasi trading :

 

Pada tanggal 1 Mei 2007, Mr. B melakukan transaksi jual (New Buy) sebanyak 2 lot Index Kospi, di harga 20410 kemudian beli lagi untuk tutup posisi (Liquidasi buy) pada hari yang sama, di harga 20310.

 

Perhitungan Laba/Rugi transaksi :

 

(Harga  Jual – Harga Beli) x Contract Size x Jumlah Lot – (Lot x Komisi)  =  Laba/Rugi

 

Asumsi kurs 1 Won = Rp. 7,-

 

Laba / Rugi : 20410 – 20310  x  (Rp. 7  x  5000) x 2 – (2 x Rp.350.000)                     

        

= Rp. 6.300.000,