|
APAKAH YANG
DIMAKSUD DENGAN STOCK INDEX ?
Stock index adalah suatu indikator pasar yang mencatat
rata-rata perubahan sebagian atau seluruh harga saham biasa (common
stock) yang terdaftar dan ditransaksikan di bursa saham pada umumnya.
Sebagai contohnya adalah Index Harga Saham Gabungan Jakarta Stock
Exchange (IHSG – JKSE) yang merupakan index yang mencatat rata-rata
perubahan harga pada seluruh saham yang ditransaksikan di bursa saham
Jakarta (Jakarta Stock Exchange). Sedangkan index LQ 45 hanya mencatat
rata-rata perubahan harga 45 saham bluechip terpilih di bursa saham
Jakarta. Contoh lain adalah Nikkei Average 225 (.N225) yang hanya
mencatat perubahan harga rata-rata dari 225 saham unggulan (Bluechips)
di bursa saham Tokyo, dan index Hangseng (.HSI) merupakan index dari 38 saham bluechips yang diperdagangkan pada bursa saham Hongkong.
Perhitungan index dalam defenisi yang sempit seringkali
hanya mewakili tingkat perubahan harga rata-rata dari sekelompok saham
tertentu saja. Namun jika jumlah saham yang terpilih cukup banyak dan
representatif, maka seringkali perhitungan index yang dihasilkan dapat
menggambarkan kondisi perubahan harga di bursa secara menyeluruh sampai
batas-batas tertentu. Dengan kata lain pergerakan Stock Index
seolah-olah berfungsi sebagai gambaran miniatur dari pergerakan harga
populasi seluruh saham yang ditransaksikan pada suatu periode waktu
tertentu.
Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas Stock Index pada
dasarnya merupakan suatu index yang berfungsi sebagai indikator
perubahan harga rata-rata dari seluruh atau sejumlah saham bluechip
terpilih yang terdaftar dan diperdagangkan di bursa saham tertentu, dan
merupakan indikator umum perubahan harga saham di bursa saham yang
relatif terbaik. Stock index dapat dihitung dengan menggunakan market
capitalization seperti index Hangseng ataupun dengan metode Weighted
Average seperti index Nikkei. Metode market capitalization dilakukan
dengan mengkalkulasi besarnya kapitalisasi pasar masing-masing saham
terpilih serta menimbangnya menurut bobotnya secara proporsional untuk
kemudian ditetapkan besarnya kontribusi perubahan nilai masing-masing
saham tersebut terhadap nilai Stock Index bersangkutan secara
keseluruhan.
Untuk menetapkan harga suatu Stock Index pada suatu waktu
tertentu diperlukan suatu metode perhitungan (Kalkulasi) tertentu yang
pada prakteknya dimulai dengan menetapkan suatu bilangan dasar yang
bersifat tetap yang kemudian berfungsi sebagai acuan dasar seluruh
proses kalkulasi nilai Stock Index bersangkutan di waktu kapan saja.
Dalam hal ini nilai Stock Index pada tanggal dan tahun tertentu yang
dipilih (base date) biasanya ditetapkan sebagai bilangan dasar yang
menjadi acuan perhitungan stock index. Adapun nilai atau harga Stock
Index pada waktu base date tersebut akan ditetapkan secara sepihak di
level harga tertentu oleh pihak otoritas di bursa yang menyelenggarakan
perhitungan dan transaksi Stock Index.
Sebagai contoh : Untuk menetapkan perhitungan Index
Hangseng digunakan nilai index Hangseng pada tanggal 31 Juli 1964 (Base
Date) yang ditetapkan secara sepihak di level 100 dan kemudian digunakan
sebagai acuan dasar seluruh perhitungan Index Hang Seng. Contoh lain
adalah base date Index Nikkei Average yang menggunakan nilai Index
Nikkei pada tanggal 1 Mei 1949 yang disepakati untuk dipergunakan
sebagai dasar acuan seluruh perhitungan Index Nikkei dan ditetapkan
secara sepihak di level Yen 176.21 (Bilangan tetap yang berfungsi
sebagai dasar perhitungan Nikkei Stock Index) .
Formula umum perhitungan nilai Stock Index ditetapkan
sebagai berikut :
Nilai total kapitalisasi pasar dari seluruh
Saham-saham perpilih pada saat perhitungan
Nilai stock index
= ----------------------------------------------------------
Nilai Total kapitalisasi Pasar dari Seluruh
Saham Terpilih Pada Saat Base Date
Nilai kapitalisasi pasar adalah : Harga Pasar X Jumlah
Saham yang beredar
Berikut ini diberikan sedikit ilustrasi :
Diasumsikan hanya ada 3 (tiga) saham yang dijadikan dasar
perhitungan index, yaitu saham A, saham B dan saham C. Kondisi pasar
pada saat ini adalah sbb:
|
Jenis Saham |
Jlh Saham Beredar |
X |
Harga Pasar Saat Ini |
Nilai Kapitalisasi Pasar Saat ini |
|
Saham A |
10.000 Lembar |
X |
HK$
100 |
HK$ 1.000.000 |
|
Saham B |
25.000 Lembar |
X |
HK$
80 |
HK$ 2.000.000 |
|
Saham C |
30.000 Lembar |
X |
HK$
120 |
HK$ 3.600.000 |
|
Nilai Total Kapitalisasi Pasar Saham A, B, C. |
HK$ 6.600.000 |
Jika diasumsikan Nilai Total Kapitalisasi Pasar Saham
A,B,C pada saat base date adalah HK$40.000 dan nilai Index Saham A,B,C
pada base date adalah 100 maka Nilai Index saham A,B,C, pada saat ini
dapat diketahui, yaitu :
HK$
6.600.000
Nilai Index Saham A,B,C = ----------------------------- X
100 = 16.500
HK$
40.000
Untuk mengiliminir pengaruh dari faktor-faktor yang
mempengaruhi perhitungan index di luar perubahan harga saham, seperti
adanya perubahan komponen index, adanya corporate action yang
mempengaruhi harga saham secara tidak langsung seperti stock split,
stock dividen/bonus dan penawaran terbatas (right issue), maka faktor
pembagi/nilai dasar harus disesuaikan setiap kali terjadi hal-hal
tersebut di atas. Perubahan nilai dasar pembagi tersebut dihitung
berdasarkan formula tertentu yang tidak diuraikan di bagian ini.
APAKAH YANG
DIMAKSUD DENGAN STOCK INDEX FUTURES ?
Stock index spot hanyalah merupakan indikator rata-rata
dari pergerakan seluruh saham-saham atau sejumlah saham terpilih di
bursa, maka untuk dapat diperdagangkan dibentuklah instrumen Stock Index
Futures yang memiliki karakteristik tertentu hingga memungkinkan untuk
dapat dijadikan instrumen investasi. Karakteristik tersebut antara lain
mencakup satuan unit transaksi yang disebut Lot. Ukuran nilai transaksi
yang disebut contract size dan masa batas waktu berakhirnya suatu
kontrak Stock Index Futures (Periode of Expire Contract).
Investor dapat berpartisipasi dalam transaksi Stock Index
Futures dengan melaksanakan pembelian dan penjualan sejumlah unit
transaksi, misalnya membeli atau menjual satu lot Contract Size Stock
Index Futures. Dengan berpatokan pada pergerakan harga Stock Index
Futures
yang terjadi di bursa. Perubahan harga yang terjadi pada Stock Index
Futures sendiri secara otomatis akan selalu mengacu pada perubahan yang
terjadi pada harga Stock Index Spot. Perbedaan harga yang terjadi antara
harga Stock Index Futures dengan Stock Index Spot antara lain disebabkan
oleh adanya faktor suku bunga, dividen teoritis dan ekspektasi pasar.
Suatu kontrak Stock Index Futures dianggap telah menyelesaikan
transaksinya jika telah melakukan penutupan kontrak atau melikuidasi
posisi transaksinya (settlement position). Posisi penutupan (likuidation
position) harus berlawanan dengan posisi transaksi pada saat pembukaan
transaksi (opening position), posisi open buy akan ditutup dengan close
sell, demikian pula sebaliknya.
Peserta transaksi Stock Index Futures yang mengawali
transaksi dengan melakukan transaksi penjualan (open sell) harus menutup
transaksinya dengan melakukan pembelian (close buy) dan sebaliknya
apabilan suatu kontrak transaksi Stock Index Futures diawali dengan
melakukan transaksi pembelian (open buy) harus ditutup dengan melakukan
penjualan (close sell). Peserta transaksi Stock Index Futures dapat
memulai membuka kontrak transaksinya baik dengan membeli lebih dulu atau
menjual kontralnya lebih dahulu (short selling) serta dapat dengan bebas
untuk mengakhiri (Melikuidasi) kontrak transaksinya kapan saja pada
waktu transaksi di bursa, selama periode kontrak Stock Index Futures
tersebut belum berakhir. Peserta transaksi Stock Index Futures juga
bebas mempertahankan posisi transaksinya, kecuali jika kontrak Stock
Index Futures telah berakhir masa kontraknya (contract expire). Kontrak
Stock Index Futures yang ditawarkan di Futures market (Bursa Futures)
umumnya memiliki masa kontrak yang beraneka ragam masa jatuh temponya.
Salah satu keunggulan investasi pada Stock Index Futures
adalah adanya mekanisme Margin Trading, investor yang berkeinginan
mengikuti transaksi Stock Index Futures dalam hal ini disyaratkan
menyetorkan sejumlah margin jaminan pada saat mengikuti transaksi.
Margin tersebut hanya berfungsi sebagai dana jaminan agar si investor
yang terlibat transaksi tetap memenuhi komitmenya dan dapat memenuhi
kewajiban keuangannya jika diperlukan. Dengan mekanisme ini posisi saldo
keuangan pada neraca transaksi investor hanya akan di kredit atau di
debet sebesar nilai keuntungan/kerugian yang timbul akibat adanya
selisih nilai transaksi yang terjadi pada saat pembukaan kontrak dan
nilai transaksi pada saat penutupan kontrak. Dengan demikian Capital
Gain/Capital Loss yang terjadi akibat adanya suatu kegiatan transaksi
hanya akan menambah atau mengurangi nilai saldo margin si investor.
Manfaat lain dari sistem ini adalah investor dalam hal ini tidak perlu
mengeluarkan dana sebesar nilai transaksi seluruhnya, namun hanya sekian
persen nilai total transaksi.
PERBEDAAN
ANTARA STOCK INDEX DENGAN STOCK INDEX FUTURES
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan perbedaan yang
signifikan antara Stock index yang diperdagangkan di Spot Market dengan
Stock Index yang diperdagangkan di Futures Market :
|
PERBEDAAN STOCK INDEX DENGAN STOCK INDEX FUTURES |
|
KONDISI |
STOCK INDEX SPOT |
STOCK INDEX FUTURES |
|
Modal yang
dibutuhkan |
100 % |
3% - 10% |
|
Tingkat
leverage |
Rendah |
Tinggi |
|
Tempat
transaksi |
Bursa efek |
Bursa Futures |
|
Posisi awal
transaksi |
Hanya beli |
Beli atau jual |
|
Fleksibilitas
transaksi |
Tidak setiap
saat |
Setiap saat |
|
Likuiditas
penarikan dana |
T+ 4 s/d T+ 6 |
Setiap saat
sebelum jam kliring berakhir |
|
Komisi broker |
0.25% s/d
0.45% |
Sangat rendah
0.02 s/d 0.05% |
|
Akhir kontrak |
Tidak |
Ya |
Berikut akan diuraikan dua jenis transaksi futures yang
memiliki kapitalisasi yang cukup besar dan sangat populer di kalangan
investor dan trader.
INDEX
SAHAM JEPANG (NIKKEI)
A. Sejarah
Terbentuknya Nikkei 225 Stock Index Futures
Pada awal berdirinya
Tokyo Stock Exchange (TSE) telah menjadi aktifitas stock market yang
paling berpengaruh di Jepang. Pada masa itu telah diperkenalkan Index
Tokyo Stock Market average, yang merupakan hasil perhitungan dari
keseluruhan perusahaan yang sahamnya tercatat di TSE. Perhitungan index
stok market ini, telah dimulai sejak September 1950, yang pada waktu itu
meng-gunakan metode kalkulasi sama seperti yang digunakan untuk
menghitung stock index Dow Jones. Tetapi pada tahun 1968, Chairman dari
TSE yaitu Morinaga, menghentikan model perhitungan index average TSE,
dan mencoba untuk mendapatkan model perhitungan yang lebih akurat.
Hingga akhirnya pada Juli 1970 Nihon Keizai Shimbun, Inc. mengajukan
sistem perhitungan index yang lebih baik, yang hingga kini dikenal
dengan nama Nikkei 225 stock index.
Index ini merupakan
gabungan dari 225 perusahaan yang terpilih, dengan persyaratan tertentu.
Perusahaan yang terpilih merupakan perusahaan yang memiliki asset yang
besar dan memiliki kredibilitas yang baik di market. Sebagai perusahaan
yang memiliki lisensi menghitung index stock market, Nihon Keizai pada
tanggal 1 Juli 1971, mengawali perhitungan stock index TSE, yang pada
awalnya di launching dengan nama Nihon Shortwave Broadcasting (NSB) 225
Adjusted average, dan lisensinya dimiliki oleh Nihon Shortwave
Broadcasting Co., anak perusahaan dari Nihon Keizai Shimbun, Inc. Hingga
akhirnya pada 1 Mei 1985 namanya diubah menjadi Nikkei 225 Stock
Average.
Sebagai index dari
cash market, tentunya Nikkei 225 stock index tidak dapat diperdagangkan,
dan hanya menjadi indikator pergerakan index saham secara umum. Untuk
itu agar dapat diperdagangkan, dibentuk juga Nikkei 225 stock index
futures (Berjangka). Yang pada perkembangannya sangat diminati oleh para
investor, dari Jepang sendiri maupun investor internasional.
Pada tanggal 3
September 1986, secara resmi Singapore International Monetary Exchange (SIMEX)
mulai memperdagangkan Nikkei Stock Average Futures trading. Menyusul
Osaka Securities Exchange pada tanggal 3 September 1988, dan mulai 25
September 1990, Chicago Mercantile Exchange (CME) juga me-miliki lisensi
untuk memperdagangkan Nikkei 225 stock index futures.
Index Futures
diperdagangkan untuk penyerahan dimasa yang akan datang, seperti kontrak
Futures lainnya. Misalnya: bulan – bulan perdagangan untuk Nikkei Stock
Index Futures 225 termasuk bulan saat itu (spot month), dan setiap
triwulan yang akan datang. Futures tersebut diperdagangkan dengan margin
yang berfungsi sebagai jaminan agar investor memenuhi kewajibannya.
Pembeli diwajibkan terlebih dahulu untuk membayar sejumlah margin pada
saat mereka telah mengambil suatu posisi.
Sejak dibentuknya,
ke-225 perusahaan yang menjadi indikator Nikkei tidaklah bersifat
permanen dan dapat berubah, dan sebuah perusahaan yang terdaftar di
Nikkei stock average dapat di hapus dan digantikan oleh perusahaan lain
yang lebih memenuhi syarat. Dengan berbagai kritik dan saran dari
market, dan perkembangan kondisi ekonomi dan moneter internasional, pada
tanggal 14 Desember 1990, diterapkan sistem seleksi yang lebih ketat dan
akurat.
B. Metode Kalkulasi
Nikkei stock average
adalah rata-rata harga dari 225 saham yang diperdagangkan pada Tokyo
Stock Exchange, tetapi perhitungannya sedikit berbeda dari perhitungan
simple average. Dalam hal ini angka pembagi akan di-sesuaikan, agar efek
negatif dari faktor eksternal tidak langsung berpengaruh ke market.
Perhitungannya dapat dirumuskan sbb:
Sum of stock prices of 225
constituents
Nikkei Average =
-------------------------------------------------------
Divisor
Angka devisor akan
selalu disesuaikan untuk menjaga level index tetap konsisten.
Old devisor X (sum of stock prices cum rights –
sum of rights prices)
New Devisor =
--------------------------------------------------------------------------
Sum of stock prices
cum rights
Angka devisor yang
berlaku pada April, 2002 hingga sekarang adalah 21987.
Dengan mengunakan
perhitungan yang akurat, diperkirakan harga index Nikkei akan bebas
pergerakan yang abnormal. Seluruh market yang memperdagang-kan Nikkei
225 stock index futures akan berpedoman pada angka Nikkei 225 stock
index. Angka pada stock index futures sedikit berbeda dengan stock index
cash market, karena untuk masing-masing market dipengaruhi oleh volume
transaksi jual dan beli di market tersebut. Untuk melakukan transaksi
Nikkei 225 futures, perusahaan ini menggunakan Index Nikkei 225 Futures
yang diper-dagangkan di Singapore International Monetary Exchange (SIMEX).
C. Periode Kontrak
Nikkei 225 stock index
futures terbagi atas kontrak berjangka per tiga bulan. Seluruh posisi
beli dan jual pada suatu kontrak wajib di tutup pada akhir kontrak dan
dapat dilanjutkan pada kontrak berikutnya. Contohnya : Nikkei 225
kontrak Maret akan digantikan oleh Nikkei 225 kontrak Juni, dst. Kontrak
yang berlaku adalah sbb:
-
Kontrak
Maret
-
Kontrak
Juni
-
Kontrak
September
-
Kontrak
Desember
Akhir kontrak pada
umumnya berakhir pada pertengahan bulan kontrak.
D. Ilustrasi Trading
Pada tanggal: 28 December 2006, Mr. A melakukan transaksi Beli dulu (Open buy) sebanyak
2 lot Index Nikkei, diharga: 17200 kemudian jual lagi untuk tutup posisi
(Close sell) pada hari yang sama, diharga: 17300.
Perhitungan laba/rugi
transaksi :
(Harga jual – Harga
beli) x Contract Size x Jumlah lot = laba / rugi
(17300 – 17200) x Y
500 x 2 Lot - (2 x Rp. 300.000)
Asumsi kurs Y = Rp.
60,-
Laba / Rugi bersih :
(17400 – 17300) x Rp. 30.000 x 2 Lot – (2 x
300.000)
= Rp.
5.400.000,-
INDEX SAHAM HONG KONG (HANG SENG)
A.
Sejarah Terbentuknya Hangseng Stock Index Futures
Hang Seng Index (HSI) adalah index komulatif dari 38 saham
blue chip dari Hong Kong stock Market, yang merupakan salah satu index
saham terpercaya, yang digunakan para investor dan fund manager untuk
berinvestasi. Ke-38 constituent stock yang dijadikan indikator, berasal
dari berbagai sektor, seperti Industri, Finance, Properties, dan
sebagainya. Keseluruhan dari nilai saham-saham ini merupakan 70% dari
nilai kapitalisasi seluruh nilai saham yang tercatat pada The Stock
Exchange of Hong Kong Ltd. (SEHK). Karena itu naik atau turunnya index
HIS merupakan refleksi performance dari keseluruhan saham-saham yang
diperdagangkan. Pemilik lisensi dari Hang Seng Stock index adalah HIS
Service Limited, yang merupakan subsidiary dari Hang Seng Bank. HIS
pertamakali diper-dagangkan pada 24 November 1969.
Untuk menentukan ke-38 perusahaan yang menjadi constituent
HIS, perusahaan tersebut haruslah memenuhi syarat :
1. Harus
mencapai 90% dari total market capitalisation, dari seluruh saham-saham
biasa, yang listing di SEHK.
2. Harus
mencapai 90% dari total turnover pada SEHK (turnover is aggregated and
individually assessed for eight quarterly sub periods for the past 24
month)
3.
Harus
sudah di listing minimal 24 bulan
4.
Haruslah bukan perusahaan asing, berdasarkan defenisi dari SEHK.
Faktor lain yang menjadi bahan pertimbangan adalah :
Kapitalisasi market dan Financial performance dari perusahaan tersebut.
Berdasarkan per-syaratan ini, perusahaan yang akan menjadi constituent
dapat saja berubah.
Untuk memenuhi keinginan para investor untuk dapat
mentransaksikan index HIS, sebagai salah satu alat untuk hedging
position, Hong Kong Futures Exchange (HKFE), pertama kali memperkenalkan
perdagangan Hang Seng Index Futures pada bulan Mei 1986, dan kemudian di
ikuti dengan Hang Seng Index Option Contracts pada bulan Maret 1993.
Dengan adanya Futures dan option market ini para investor lebih banyak
memiliki instrumen untuk mengatur resiko portfolio mereka. Popularitas
Hang Seng Index Futures terus meningkat secara bertahap, seiring dengan
masuknya investor dari luar negeri, baik itu dari institutional maupun
individual investor.
Keuntungan melakukan transaksi HSI futures disimpulkan sebagai
berikut :
1. HSI
Futures mudah dimengerti oleh investor berpengalaman maupun yang masih
baru di bisnis ini. Sehingga dapat digunakan untuk berbagai motif
investasi, seperti risk management, atau sebagai peluang investasi.
2. Biaya
transaksi yang relatif rendah, sebagai nilai kapitalisasi stock market,
HIS futures dan option, hanya membebankan komisi kepada investor disaat
melikuidasi kontrak, sedangkan pada open posisi tidak dibebankan komisi.
3. HSI
futures dan option adalah produk terdaftar, dan dijamin oleh HKFE
Clearing Corporation (HKCC), sebagai subsidiary dari HKFE. HKCC
bertindak sebagai counter party terhadap seluruh kontrak yang dibuka.
B. Metode Kalkulasi
Metode kalkulasi
yang saat ini digunakan untuk menentukan index Hang Seng adalah sebagai
berikut :
Todays Current Aggregate
Market
Capitalisation of Constiutent
Stocks
Yesterday’s
Today’s Current
Index = --------------------------------------------- X
Closing
Yesterdays Closing Aggregate
Market Index
Capitalisation of Constituent
Stocks
C. Periode Kontrak
Hangseng stock
index futures terbagi atas berjangka per bulan. Seluruh posisi jual pada
suatu kontrak wajib di tutup (likuidasi) pada akhir masa kontrak akhir
bulan dan dapat dilanjutkan pada kontrak berikutnya. Contohnya :
Hangseng kontrak Februari akan digantikan oleh Hangseng kontrak
Maret. Satu minggu sebelum kontrak berakhir, kontrak untuk bulan
berikutnya sudah mulai diperdagangkan, untuk memberi kesempatan investor
mengalihkan posisi (swapping position).
D. Ilustrasi Trading
Pada tgl. 28 Desember 2006, Mr. A melakukan transaksi beli
dulu (new buy) sebanyak 2 lot Index Hang Seng, di harga : 20100 kemudian
jual lagi untuk tutup posisi (Liquidasi Sell) pada hari yang sama, di
harga 20200.
Perhitungan Laba / Rugi transaksi :
(Harga Jual – Harga Beli) x Contract Size x Jumlah Lot
= Laba / Rugi
20200 – 20100 x HK$ 50 x 2 Lot
- (2 x Rp. 200.000)
Asumsi kurs HK$ = Rp. 1.000,-
Laba / Rugi : 20200 – 20100 x Rp. 50.000 x 2 Lot – (2 x Rp.
200.000)
= Rp. 9.600.000,-
INDEX SAHAM KOREA (KOSPI 200)
A.
Sejarah Terbentuknya Hangseng Stock Index Futures
KOSPI merupakan index utama di Korea Selatan yang terdiri dari 200 saham
utama paling liquid yang diperdagangkan oleh Bursa Saham Korea.
Selama tujuh tahun berturut-turut, sejak dibuka pada bulan Mei 1996,
volume transaksi KOSPI jauh melewati volume produk-produk Berjangka dan
derivatives lain di dunia. Pergerakan perdagangan KOSPI 200
Berjangka telah mencapai US$ 2,32 Trilyun pada tahun 2003.
KOSPI 200 Futures adalah suatu produk Berjangka yang sangat populer pada
saat ini. Berkat KOSPI 200 Futures dan Option, Korea Stock Exchange (KSE)
menjadi Bursa Berjangka nomor satu di dunia dalam hal volume yang
diperdagangkan, mengalahkan Chicago Mercantile Exchange, Tokyo Commodity
Exchange, EUREX, American Stock Exchange dan lain-lain.
Pada tahun 2004, bursa diperdagangkannya KOSPI 200 Futures dan Option
secara resmi ditransfer dari KSE ke Kofex (Korean Futures Exchange).
Sekali lagi produk ini menunjukkan keperkasaannya. Apabila pada tahun
sebelumnya Kofex hanya terdaftar pada urutan ke-37 di antara bursa-bursa
Berjangka di dunia, dengan adanya kontrak-kontrak KOSPI ini, Kofex
langsung melejit ke urutan nomer 1 dunia.
Dua
ratus perusahaan yang tergabung dalam KOSPI 200 mewakili kira-kira 70%
dari seluruh kapitalisasi pasar yang ada di Korea Stock Exchange. Dengan
demikian, Indeks ini merupakan indikator yang mencerminkan kondisi
ekonomi Korea. Dari dua ratus perusahaan tersebut, Samsung Electronics
mempunyai porsi sebesar 20% dari keseluruhan kapitalisasi Indeks,
sehingga Samsung sangat mempengaruhi pergerakan Indeks ini.
Walaupun
spesifikasi KOSPI 200 banyak yang serupa dengan Nikkei 225 misalnya
untuk satuan kontrak, bulan kontrak dan jumlah komponen, karakternya
sendiri lebih mirip dengan Hang Seng karena metode perhitungan yang
menggunakan bobot kapitalisasi pasar serta dominasi dari satu atau
beberapa komponen yang berporsi relatif jauh lebih besar daripada
komponen yang lainnya.
Berbeda
dengan Hang Seng dan Nikkei, KOSPI mempunyai korelasi yang lebih tinggi
terhadap pasar Asia dibandingkan dengan pasar Amerika.
B. Metode Kalkulasi
Index
KOSPI di hitung dengan menggunakan komponen Current Market
Capitalization (Nilai kapitalisasi market terakhir) dan Base Market
Capitalization (Kapitalisasi market pada 4 Januari 1980) sebagai
denominator. Dengan rumus perhitungan sebagai berikut :
Current Market Capitalization
KOSPI =
-------------------------------------------- X 100
Base Market Capitalization
Untuk
mempertahankan kostistensi market, saat terjadi perubahan nilai dari
saham yang di listing, yang berasal dari penawaran perusahaan sekuritas,
dengan atau tanpa kenaikan kapital, stock deviden, merger, dsb.
Kapitalisasi market terakhir dan base market capitalization akan
mengalami penyesuaian jika dibutuhkan.
C. Periode Kontrak
KOSPI
200 stock index futures terbagi atas kontrak berjangka per tiga bulan.
Seluruh posisi beli dan jual pada suatu kontrak wajib di tutup pada
akhir kontrak dan dapat dilanjutkan pada kontrak berikutnya. Contohnya :
KOSPI 200 kontrak Maret akan digantikan oleh KOSPI 200 kontrak Juni, dst.
Kontrak yang berlaku adalah sbb:
·
Kontrak
Maret
·
Kontrak
Juni
·
Kontrak
September
·
Kontrak
Desember
Akhir
kontrak pada umumnya berakhir pada pertengahan bulan kontrak.
D.
Ilustrasi Trading
Perhitungan profit loss :
= (Sell Price – Buy Price) X Contract Size X Lot – ( Lot X Comm)
Ilustrasi trading :
Pada
tanggal 1 Mei 2007, Mr. B melakukan transaksi jual (New Buy) sebanyak 2
lot Index Kospi, di harga 20410 kemudian beli lagi untuk tutup posisi (Liquidasi
buy) pada hari yang sama, di harga 20310.
Perhitungan Laba/Rugi transaksi :
(Harga
Jual – Harga Beli) x Contract Size x Jumlah Lot – (Lot x Komisi) =
Laba/Rugi
Asumsi
kurs 1 Won = Rp. 7,-
Laba
/ Rugi : 20410 – 20310 x (Rp. 7 x 5000) x 2 – (2 x
Rp.350.000)
=
Rp.
6.300.000,
|